Jokowi Perpanjang PPKM | pengusaha Menjerit : Kondisi UKM Sulit

Okenice.com - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta, menegaskan perpanjangan darurat PPKM yang baru saja diumumkan Presiden Jokowi. Menurutnya, bisnis besar dan menengah mungkin masih bisa bertahan dengan ekspansi ini.

Jokowi perpanjang ppkm

“UKM sudah sangat sulit bagi UKM karena biasanya dijual hari ini untuk menutupi biaya hidup besok,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

Untuk itu, dia berharap dukungan stimulus permodalan sebesar 1,2 juta rupiah yang telah diberikan pemerintah dapat disalurkan kepada UKM. Dengan begitu, setelah PPKM dilonggarkan, para pelaku UKM tidak perlu lagi khawatir dengan masalah permodalan. “Kami ingin bantuan modal disalurkan tepat waktu dan tepat waktu,” ujarnya.

Sebelumnya, PPKM darurat dioperasikan di Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021. Kemudian, di luar Jawa dan Bali mulai 12 hingga 20 Juli 2021. Kemarin, Presiden Jokowi memutuskan memperpanjang PPKM hingga 25 Juli 2021.

Selain penyuluhan tersebut, Sirman juga meminta kementerian untuk segera memberikan penjelasan mengenai sektor-sektor yang esensial dan penting. Tujuannya adalah untuk mengetahui apa yang harus dilakukan oleh seorang aktor komersial.

Hingga 25 Juli, pemerintah mengatakan PPKM dapat diperpanjang atau dikurangi pada 26 Juli, seiring dengan perkembangan situasi Covid-19. Namun saat 26 Juli mulai santai, Sirman meminta beberapa sektor UKM diprioritaskan.

Banyak sektor usaha kecil yang berguna setelah perpanjangan darurat PPKM termasuk gerai voucher seluler, toko pangkas rambut, binatu, pedagang kaki lima, bengkel kecil, cuci mobil, pedagang kaki lima dan kios jajanan. "Sektor usaha kecil sangat besar dan berkontribusi pada promosi ekonomi kerakyatan dan konsumsi rumah tangga," katanya.